Alhamdulillah,
Segala puji bagi ALLAH..
Sudahkah hamba ini banyak bersyukur kepada-Mu???
Banyak nikmat yang Engkau berikan, salah satunya memberi teman-teman liqo yang sangat sangat sangat luarrrr biasa..
Mereka mengajarkan banyak hal, terutama selama sebulan terakhir..
Mereka mengajarkan bagaimana berinfak..
Mereka mengajarkan bagaimana menggunakan harta yang di rizkikan oleh ALLAH di jalan yang tepat..
Walaupun dengan harta, tenaga atau hanya pikiran..
###
Adam gypsum,
Kami menyebut beliau dengan nama "Abu bakar"
Kenapa kami menyebut teman liqo yang satu ini dengan nama itu??? Ingat sahabat Nabi SAW bernama Abu Bakar ra yang menyerahkan semua harta yang dimiliki untuk di gunakan di jalan Islam.. Beliau ini klo dilihat merupakan salah satu orang yang demi islam, hartanya siap dikorbankan semua.. Sudah berapa Mushola yang di bangun maupun di tolong, sudah berapa banyak jalan-jalan yang diperbagus, sudah berapa desa yang telah dibantu, klo di akumulasi mungkin sudah mencapai ratusan juta rupiah ( tapi herannya hartanya bukannya habis atau berkurang malahan tambah buaanyaaaak )..
Aris Aqua,
Sama seperti P Adam, P Aris merupakan salah satu guru besar yang banyak mengajarkan tentang bersedekah.. Bedanya dengan P Adam adalah klo P Adam banyak berkorban dengan harta ( tapi bukan cuma harta thok lhoo!! ) maka P Aris mengajarkan untuk bersedekah dengan tenaga dan pikiran..
Edi Tri,
Hmmm... Ini Murabbi kami semua, bijaksana, sabar, penyeimbang kami semua jika sedang ribut atau berbeda pendapat..
Adrowi,
Kusnan,
Sahrul,
Bambang,
( Biar cepet rampung, he he ^_^ )
Kami semua terdaftar menjadi calon legeslatif dapil VI, jangan lupa pilih kami..
###
Suatu waktu dalam liqo kami yang selalu luar biasa ( banyak ributnya tapi tetep saling mengingatkan jika ada teman kami yang mbalelo ), Ad bercerita : "ada seorang sahabat yang meninggal dunia dan Rasulullah SAW berziarah kepada sahabat tersebut, setelah selesai di kubur, Rasulullah SAW datang kepada istri si sahabat itu bertanya apakah yang diucapkan si suami sebelum wafatnya. Si istri sahabat itu menjawab bahwa sebelum wafatnya, si suami berkata 'seandainya lebih jauh', 'seandainya lebih banyak', 'seandainya semua'..
Ada yang tahu maksudnya??????
Rasulullah SAW menta'birkan maksud dari perkataan sahabat yang berkata itu sebelum wafatnya.
Seandainya lebih jauh,
Sebelum wafatnya, sahabat pernah membantu memapah orang tua renta menyeberang jalan. Oleh ALLAH diperlihatkan pahala sahabat dalam memapah orang tua itu, saking besarnya pahala yang diberikan sahabat berkata seandainya lebih jauh ( dalam memapah orang tua itu,red )
Seandainya lebih banyak,
Sahabat sering berinfak kepada orang lain, oleh ALLAH diperlihatkan seberapa besar pahala dia berinfak, maka dari itu sahabat berkata seandainya lebih banyak ( dalam berinfak,red )
Seandainya semua,
Sahabat dulu pernah membagi kue yang akan dimakannya kepada orang yang minta-minta, kue itu dibagi setengah-setengah. oleh ALLAH diperlihatkan sebesar ini lho pahalanya, maka sahabat berkata seandainya semua ( diberikan pada orang itu,red )
Yuk kenapa kita tidak gemar melakukan itu semua... jangan sampai kata
seandainya lebih jauh,
seandainya lebih banyak,
seandainya semua,
akrab di telinga kita... ( harus lebih jauh, harus lebih banyak, harus semua ) bisa ngga yaaa????
( maaf sedulur, saya pakai bahasa bebas.. )
###
Ada hadits jg, "..... pergunakanlah hartamu dijalan ALLAH,kalau tidak harta itu akan habis tapi tidak dijalan ALLAH,....."
harta yang kita miliki pasti akan habis atau hilang,tapi dibelanjakan dimanakah harta kita??? di jalan ALLAH atau .........?
###
Ad pernah berkata pada saya ( mungkin karena saya termasuk orang yang angel banget berinfak ) : "belum ada sejarahnya orang yang berinfak malah jadi orang miskin,tapi ALLAH pasti akan menambah harta kita."
Klo ada yang beli hidayatullah bulan ini ( desember 2008 ), ada sahabat nabi bernama Abdurrahman bin auf ra yang menyumbangkan hartanya 40milyar untuk islam, belum lagi unta,kuda pilihan, dll. Apakah Abdurrahman bin auf menjadi miskin??? Tidak, malah menjadi semakin kaya.
###
* Waktu puasa ramadhan kemaren menjelang lebaran, Ad yang mempunyai perusahaan dengan karyawan kurang lebih 60an orang kebingungan. beliau bingung karena harus menyiapkan THR bagi karyawannya untuk lebaran. Teman-teman liqo hampir semua menyadari betapa pusingnya beliau, tapi tahu apa yang dilakukannya???? beliau berinfak kepada sebuah panti asuhan ( kebetulan salah dua teman liqo kami mengurus panti,red ) berupa uang sebesar 4juta rupiah.
Kami semua sebenarnya tidak kaget karena Ad memang gemar yang namanya berinfak, dan keajaiban nikmat ALLAH terbukti. Beberapa hari sebelum hari H, perusahaannya mendapat tawaran kerja sama sebesar 30 juta rupiah.
Dengan ini, insya ALLAH semua karyawannya mendapatkan THR.
Subhanallah...
* Seseorang, termasuk yang susah sekali untuk berinfak. Sudah disediakan 'ladang untuk digarap, mung tinggal nyangkul thok' ( ini istilah kami jika ada lahan untuk berinfak ), tapi banyak banget alasannya. Alasan klasik seperti belum punya uang, bulan depan aja, uangnya masih dipakai, dll.
Oleh ALLAH diingatkan, perusahaannya dibobol oleh karyawannya sendiri sebanyak 68 juta rupiah!! Tapi apakah berubah??? walaupun ada ladang yang tinggal di cangkul tapi alasannya ternyata tidak berubah. Beberapa hari setelah dibobol malah beli mobil seharga 96 juta rupiah!!! terus beli tanah!!! Sampai teman-teman liqo heran, iki wong jare ra nduwe duit tapi kok malah mborong barang-barang sing ora genah.
Beberapa hari yang lalu, ALLAH kembali memperingatkan. Motor yang baru saja di beli ( belum lunas katanya,red ), kecelakaan. Ringsek di tabrak bis dan mobil, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Alhamdulillah orangnya hanya patah tulang, mengingat lawannya bis dan mobil sekaligus.
"..... pergunakanlah hartamu dijalan ALLAH,kalau tidak harta itu akan habis tapi tidak dijalan ALLAH,....."
Contoh yang pertama, harta yang di belanjakan dijalan ALLAH malah terus bertambah walaupun sebanyak yang kita keluarkan. ( di surat al baqarah pahalanya 700 kali lipat yaaa ) Intine ora entek-entek..
Contoh yang kedua, semoga kami, kita, akhi, ukhti tidak menirunya. Dan orang yang bersangkutan mendapat hidayah dari ALLAH ( termasuk saya, amien.. ) karena kami semua mencintai beliau karena ALLAH. Harta akan habis atau hilang tanpa kita sadari walaupun kita merasa tidak pernah mengeluarkannya..
Jumat, 12 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar